Bagi adik-adik yang baru lulus SMA dan jauh dari dunia perpariwisataan atau perhotelan, mungkin akan bingung ya saat lagi iseng gugling nyari jurusan atau kampus terhits di dunia untuk kalian kuliah, tiba-tiba nemu jurusan pariwisata atau kepariwisataan. APA NIH?
"Kenapa ada jurusan pariwisata? Pariwisata kan jalan-jalan. Ngapain jalan-jalan harus dipelajari?"
atau
"Gue kuliah ambil jurusan pariwisata ah! Kayaknya gampang belajarnya jalan-jalan doang, masak-masak doang."
Buat adik-adik yang bahkan SMKnya pariwisata pun, kayaknya perlu baca dulu postingan gue ini sebelum akhirnya masuk ke kampus pariwisata, khususnya di STP Bandung. Karena khawatirnya pariwisata di SMK dan kuliah itu beda. Kalo di SMK, pariwisata itu mungkin identik dengan ticketing dan guiding. Sedangkan gue ambil jurusan pariwisata di kuliah, sama sekali nggak pernah belajar ticketing dan guiding. Yang belajar ticketing itu jurusan Travel. Hayooo... Bedanya apa?
---------------------------------------------------------------------------------
KENAPA ADA KULIAH YANG JURUSANNYA PARIWISATA?
Karena gue udah lulus dan udah dapet gelar Sarjana Pariwisata tahun 2017 kemaren, harusnya gue bisa jelasin dengan baik ya apa itu pariwisata? HAHA.
Kepariwisataan adalah segala hal yang berhubungan dengan dunia pariwisata.
Apa sajakah itu?
Ya banyak. Mulai dari kalian berangkat wisata, di perjalanan, di penginapan, di objek wisata atau daerah tujuan wisata, itu semua adalah ranah kami untuk mengkaji dan mempersiapkannya. Di STPB kampus kami, ada 3 jurusan. Jurusan Perhotelan atau Hospitality, Jurusan Perjalanan atau Tour & Travel, dan Jurusan Kepariwisataan atau Tourism.
Di dalam jurusan ini, masih dibagi-bagi lagi menjadi beberapa program studi. Gue juga akan beri sedikit penjelasan tentang apa yang mereka pelajari, tapi berdasarkan pengamatan gue aja ya.
---------------------------------------------------------------------------
1. JURUSAN PERHOTELAN
Disini kalian akan mempelajari segala hal yang berhubungan dengan pelayanan wisatawan selama berwisata, sesuai namanya hospitality yang artinya keramah tamahan, ya jasanya bener-bener dengan keramah-tamahan.
Banyak yang bilang jurusan ini jurusan babu, enggak ya gengs!!! Jurusan ini prestige banget, malah bisa diakui lulusan dari jurusan ini lebih cepat terserap di dunia kerja (dibandingkan jurusan lain di STPB), bukan hanya di Indonesia, tapi juga di luar negeri. Gue bukan ngebagus-bagusin ya! Emang kenyataan temen-temen gue dari jurusan perhotelan udah pada kerja di hotel-hotel dan resto bintang 4 ke atas di luar negeri :"( Iri kan,,, Tapi semua jurusan bagus tergantung lu mau jadi apa kelak dewasa :D Walaupun emang terlihat "menjanjikan", jangan maksain masuk perhotelan kalo emang nggak passion.
Program Studi :
Gue sempet KKN bareng prodi ini waktu semester 7. Dapat gambaran bahwa yang mereka pelajari itu secara garis besar ya segala macam hal tentang akomodasi, mereka ngerti standar akomodasi yang baik dan benar itu seperti apa sesuai dengan kelasnya. Juga mereka banyak nge aplikasiin ilmu tentang sanitasi (akomodasi dan makanan) selama KKN itu ke masyarakat, bagaimana masyarakat itu bisa membuat suatu produk makanan yang bisa dijual, bukan hanya ke tetangga ya gengs, tapi (dalam dunia pariwisata) ya ke wisatawan juga. Sanitasi yang baik, packaging yang menarik, dan lain-lain.
2. Administrasi Perhotelan (ADH-D4)
Gue punya beberapa temen dari prodi ADH, walaupun ga terlalu deket. Yang gue tangkap, di prodi ini mereka jadi semacam MT hotel (Management Trainee). Jadi mereka itu mempelajari semua hal tentang perhotelan, ya jelas akuntansi, manajemen ya pelajarannya. Selain itu mereka ke kitchen dan room juga. Praktek Front Office juga, praktek waitress juga. CMIIW. Mereka dibentuk jadi calon-calon direktur hotel nih kayanya.
Di prodi ini kalian bakal ngerasain Job Training (di hotel) selama 6 bulan. Mereka juga dikasih pilihan mau job di dalam negeri atau luar negeri.
Banyak pertimbangannya juga mau job dimana, kadang ada aja perempuan yang nggak diizinin ortu buat job di luar negeri. Atau kadang ada
beberapa perusahaan yang mengharuskan mereka mengeluarkan biaya
kehidupan sendiri yang nggak murah dan si mahasiswa tidak bersedia, tapi ada juga yang di cover perusahaan, dan
lain-lain. Maap semoga bukan sotoy ya.
3. Manajemen Tata Boga (Kitchen/MTB-D3)
Temen gue ada beberapa juga disini, jelas mereka mah calon-calon chef ya gengs. Seinget gue, mereka ini lebih ke belajar bikin main course alias hidangan utama. Pastinya juga ada matkul-matkul yang menunjang mereka untuk menjadi seorang wirausahawan, jadi nggak full masak-masak. Pasti ada matkul manajemen dan kewirausahaan, dan kayanya ada akuntansi juga. Dan bahasa! Mereka belajar bahasa prancis, mandarin, jerman kalo nggak salah. Inggris mah pasti ya semua prodi belajar.
Di prodi ini kalian bakal ngerasain job
training selama 6 bulan (Semua prodi yang D3 atau D4 pasti ngerasain job 6 bulan), kalau nggak di hotel atau restoran biasanya. Sama, dikasih pilihan juga mau job di dalam atau luar negeri.
4. Manajemen Patiseri (Pastry/MPI-D3)
![]() |
| Fruit Carving (sumber: http://pmb.stp-bandung.ac.id) |
4. Manajemen Patiseri (Pastry/MPI-D3)
Disini ada beberapa temen gue, dan salah satunya deket sama gue. Beda sama Manajemen Tata Boga yang bikin main course, di MPI kalian belajar bikin dessert. Seneng banget deh dulu se asrama sama temen yang prodi pastry, kadang dia nyolong-nyolong bawain gue roti, kue, atau apapun hasil praktek di kampus. Gue nggak tau juga itu boleh atau engga sebenernya sama dosennya, dan nggak tau juga itu makanan gagal apa bukan. HAHA! Gue mah makan apa aja doyan dah. Jadi dia bawa di tas, roti atau kuenya di bungkus tisu gitu XD Kita anak asrama mah seneng-seneng aja ya dikasih begituan. Enak bikinan mereka. Ya iyalah! Bukan enak karena gratisan ya, tapi enak beneran.
5. Manajemen Tata Hidangan (Food&Beverage/MTH-D3)
Ini jurusan "tajir" di kampus. Kenapa gue bilang tajir, karena mereka punya restoran di kampus buat praktek. HAHA. Restoran di kampus kita namanya Restoran Nusantara. Kalau nggak salah mereka belajar Food Plating (seni penataan dan penyajian hidangan di atas piring), belajar ngeracik minuman juga, setting table, dll. Sebenernya selama beberapa taun gue ga punya temen MTH, baru kenal tuh pas gue casual atau jadi daily worker di WO (Wedding Organizer). Gue kerja sampingan jadi waitress, biasanya jumat/sabtu/minggu. Nah disana gue ketemu 2 temen baru dari MTH. Beda lah sama gue yang ga punya basic waitress, mereka lebih pro dong, apal nama semua jenis piring gelas dan sendok. Beda emang. Gue diajarin juga Napkin Folding, itu tuh yang ngelipet-lipet serbet jadi bentuk macem-macem. Seru dah pokoknya.
Gue pernah ada pengalaman jadi koordinator seksi konsumsi di event prodi gue, harus pinjem gelas dan water heater ke prodi MTH. Pas datang kesana, udah disiapin gelas-gelas yang disusun di tray (nampan). Gue bawanya pake dua tangan, di depan perut, sambil bungkuk-bungkuk ketakutan pecah kan. Eh diketawain sama kakak kelas MTH! Mereka biasa bawa pake satu tangan, bahkan cuma pake jari-jari mereka, dan bawanya bisa sejajar kepala. DUH! Moga mereka ga inget muka gue ya!
Mereka juga job 6 bulan.
![]() |
| Ilustrasi praktekan anak MTH (http://pmb.stp-bandung.ac.id) |
6. Manajemen Divisi Kamar (MDK-D3)
Kalau dari prodi ini gue agak banyak kenal. Ga banyak juga sih. HAHA. Sok-sok kenal aja gue. Kalo tadi MTH adalah prodi "tajir", MDK ini adalah prodi "paling tajir"! Kenapa paling tajir? Karena mereka punya Hotel untuk praktek di kampus :"). Hotel di kampus kita namanya Enhaii Hotel. Nah hotel itu jadi tempat praktek mereka juga. Kalau dari namanya sih mereka punya skill buat making bed ya gengs. Pengalaman temen yang pernah kerja di room division hotel, kerjanya lumayan berat loh pas di kamar. Making bed, dan menyiapkan kamar seperti sedia kala sehingga siap huni lagi, itu cuma dikasih waktu beberapa menit. Kasur hotel kan berat ya! Lapisan spreinya pun ratusan kayaknya, empuk banget abis kan. Dan nggak cuma kamar. Mereka juga belajar di Front Office, laundry juga. Temen-temen dari prodi ini jagoan banget dah! Mereka apal semua nama dosen, apal semua nama ruangan di kampus, dan letaknya dimana. Mereka juga paling rapiiiiiiiiiiii seantero kampus. Cowok-cowok paling klimis, cewek-cewek dicepol semua rambutnya. Dateng pagiii banget, mungkin jam 7 kurang udah di kampus buat briefing pagi. Gue kayanya jam 7 baru bangun.
![]() |
| Lagi nyiapin towel (sumber : http://pmb.stp-bandung.ac.id) |
Enaknya jadi mahasiswa jurusan perhotelan ini, kalian bakal ngerasain Sitting (or seating? Ntar gue tanya temen dulu lah gue nggak tau cara nulisnya.). Jadi kalian bakal lunch atau dinner bareng di Restoran Nusantara tiap week praktek, menikmati hidangan praktekan. Shift-nya seminggu teori, seminggu praktek. Nah selama minggu praktek itu, kalian akan lunch atau dinner gratis. Begitu seterusnya, pokoknya selama week praktek, kalian berhasil bikin iri jurusan lain ya. Bahkan ada loh yang nggak pernah ke Restoran Nusantara sama sekali selama kuliah di STPB. Gue sih udah ya. Huehehehe.
---------------------------------------------------------------------
2. JURUSAN PERJALANAN
Ini nih "pariwisata = jalan-jalan" versi orang awam. Sesuai namanya ya. Mereka mempelajari segala kebutuhan wisatawan selama berada di perjalanan, dan atau apapun yang berhubungan dengan perjalanan. "Jaman sekarang kan pesen tiket apapun udah gampang lewat aplikasi, ngapain masih belajar di jurusan travel?" NO! Mereka ga cuma ticketing! Dan kalaupun ticketing, emang sampai sekarang pun amat sangat masih dibutuhkan gais! Emang lo pikir di Traveloka ga ada divisi Ticketing??? Ticketing menurut gue nggak gampang gais. Pake aplikasi yang namanya Galileo atau Abacus gitu-gitu lah gue nggak ngerti :( Ticketing, guiding, manajemen tour & travel, tour packaging, dll. Pengetahuan mereka akan dunia perjalanan jelas lah luas banget, nama bandara seluruh dunia dan ibukota negara ga usah ditanya ya. Kalo gue sih belum tentu shangguphh ngapalin keknya :")
![]() |
| Guiding (sumber: http://pmb.stp-bandung.ac.id) |
Program Studi:
1. Studi Industri Perjalanan (SIP-S1)
Mayoritas mahasiswa prodi SIP gue kenal, yang angkatan 2013 doang tapi ya. HAHA. Angkatan 2012 juga gue kenal beberapa, seru-seru banget mereka! Gue kasih review berdasarkan pengalaman KKN 1 bulan bareng mereka ya. Pas KKN mereka bikin paket wisata ke lokasi KKN kita. Mereka bikin rute paling efektif dan efisien, manajemen waktunya, transport yang NICE buat digunakan, ideal jumlah peserta, biaya perjalanan, dan segala resiko perjalanan mereka handle.
Di prodi ini kalian diwajibin pernah ngerasain semua jenis transportasi perjalanan wisata; darat, udara, laut (berasa tentara :p). Dan denger "kisahnya" mereka ke Surabaya-Bali naik bis, dan di beberapa kesempatan, mereka ga diperbolehkan untuk tidur selama perjalanan. Mereka ngitung jumlah pom bensin, dan ngitung durasi perjalanan, segala macem. Transport banget dah anaknya.
Kalian bakal ngerasain research selama 1 bulan saat kalian semesteeeeer.....(???) Lupa kan gue. Semester 5 kalo nggak salah. Kalian di sebar ke seluruh Indonesia secara tim. Terus kalian bakal ngerasain job 1-3 bulan, lupa, di semester 6-7, dan KKN juga bareng prodi SDP dan SAK. Prodi ini paling komplit dah soal praktek diluar kampus. Job iya, Research iya, KKN iya. Seinget gue sampe gue lulus taun 2017, belum ada prodi lain yang komplit kaya gini.
2. Manajemen Pengaturan Perjalanan (MPP-D4)
Salah satu skill yang bakal kalian dapetin adalah guiding. Jelas ya kalian wajib bisa bahasa inggris. Dan nggak jago bahasa inggris pun kalian wajib bisa komunikatif. Nggak semua orang seneng ya jadi pusat perhatian. Kalian bakal dapetin ilmu menjadi tour operator, tour leader, tourist guide, bisa jadi tour & travel consultant. Diliat dari mata kuliahnya, lulusan MPP itu seperti jiwa dalam sebuah perusahaan perjalanan ya. Cieilah.
Kayaknya ini job juga 6 bulan, dan salah satu temennya adik kelas gue (*gimana? gimana?), dia job di Etihad Airways. Gaya nggak tuh!
3. Manajemen Bisnis Perjalanan (MBP-D4)
Jelas ya lulusan MBP ini dididik buat jadi seorang direktur atau bahkan owner bisnis, khususnya perusahaan travel. Kalian kalo gue sebut travel, mindsetnya jangan ke usaha travel jurusan Bandung-Jakarta pake mini bus gitu ya! Ya emang itu salah satunya, tapi usaha travel kan banyak, maskapai juga termasuk jasa travel.
Kalian bakal analisis keuangan usaha travel, investasi, biaya usaha. Bikin plan usaha bidang travel, business proposal, kelayakan usahanya, kebijakan yang harus diurus, dan pernah denger juga dari dosen, bahwa gimana suatu usaha travel itu bisa menghitung keuntungan dari wisatawan yang musiman. Gimana meng-cover biaya perjalanan saat pelanggan cuma 1 orang, dan gimana meng-handle pelanggan yang jumlahnya bisa 5x lipat pada musim liburan. Yah, gue sih cuma bisa bilang "Iya ya, gimana caranya?".
Sama ini job 6 bulan.
Sama ini job 6 bulan.
4. Manajemen Bisnis Konvensi & Event (MBK-D4)
Ini terdengar seru nggak sih gais! Buat kalian yang seneng ikut organisasi selama SMP-SMA, gimana perasaan kalian mengadakan sebuah event atau acara? Walaupun bikin event nya agak "ngaco" tapi kalian puas kan ya?? HAHA! Nah, masuk prodi ini kalian nggak akan lagi ngaco. Kalian pro meng-handle MICE (Meeting, Incentive, Convention, Event). MICE ini termasuk kegiatan pariwisata loh ya! Ko bisa? Balik lagi ke pengertian pariwisata yang sesungguhnya ya gais. Pariwisata itu adalah segala macam hal yang berhubungan dengan kegiatan kamu mulai dari tempat tinggal kamu, ke tempat tujuan wisata, beraktifitas disana, dan kembali lagi ke rumah kamu, bukan dengan tujuan untuk bekerja atau mencari uang. Kebanyakan orang menghadiri event untuk bersenang-senang. Kalaupun acaranya rapat, kalau rapatnya di luar kota kan mereka juga sekalian jalan-jalan biasanya. Tul nggak?
Nah tiap taun nih mereka bikin acara semacam "PENSI" tapi lebih profesional dari sekedar PENSI jaman kalian SMA ya. Gue lupa apa nama programnya. Kalo kalian belum pernah menghadiri acara MICE yang profesional, kalian akan susah deh ngebayanginnya. Gue pernah kunjungan ke STP Bali, dimana mereka nyambut kita dengan hangaaat banget, semuanya rapi, bahkan masuk ke toilet pun bersihhhh, keringg, wangiiiii. Dan sweet banget ada bunga di wastafelnya. (Gue nyari gambarnya di google, malah keluar yang aneh-aneh :( susah ah jelasinnya). Ya tapi mereka sampai segitu detailnya. Dan... oke, thank you temen-temen MICE STP Bali.
----------------------------------------------------------------------------------
3. JURUSAN KEPARIWISATAAN
Yap! Gue dari jurusan the real pariwisata. Bukan berarti jurusan lain fake ya. HAHA. Tapi karena jurusan ini namanya pariwisata, sesuai dengan nama kampusnya.
Nah di jurusan ini, kita belajar mengelola daerah tujuan wisatanya aja, atau objek wisatanya aja. Kita belajar juga perjalanan dan "sedikit" perhotelan tapi nggak banyak praktek, jadi emang lebih fokus ke tempat kalian berwisatanya. Yeaaay!! Banyak wahana :D
Nah di jurusan ini, kita belajar mengelola daerah tujuan wisatanya aja, atau objek wisatanya aja. Kita belajar juga perjalanan dan "sedikit" perhotelan tapi nggak banyak praktek, jadi emang lebih fokus ke tempat kalian berwisatanya. Yeaaay!! Banyak wahana :D
Yang bikin jurusan lain iri, udah pasti jurusan ini paling banyak jalan-jalan ya. Satu semester 2x fieldtrip atau studi lapang. Tiap fieldtrip itu rata-rata 4 hari. Kalian jalan-jalan ke suatu kota atau provinsi, dan semua objek wisata terkenal itu lo datengin. Dan gratis dong, dibayarin Kementerian Pariwisata. :P
Program Studi:
1. Studi Destinasi Pariwisata (SDP-S1)
Di antara anak STP yang cantik-cantik, ganteng-ganteng, seger-seger, wangi-wangi, mahasiswa dari prodi ini justru paling kucel karena sering blusukan ke daerah-daerah. Kerjaan kita ya menganalisis dan mengkaji suatu daerah atau destinasi wisata. Semester awal kita diajak jalan-jalan keliling Bandung, Jakarta, Bali. Diliatin dulu tuh kota-kota yang wisatanya udah rada maju. Makin naik semester, makin blusukan kita. Diajak ke daerah yang wisatanya masih "kurang" ideal. Mungkin perawatannya buruk, fasilitas minim, SDM yang nggak ngerti (jadi kadang-kadang ngasih harga dagangan super mahal, bikin wisatawan kapok buat dateng lagi), atau... saking ramenya sampe wisatawan bete jadi nggak bisa foto-foto. Kan bete ya? Makin naik semester, makin ekstrim lagi lokasi prakteknya. Dikirim ke daerah yang bener-bener minim fasilitas, bisa jadi emang wisata minat khusus, atau emang daerahnya baru akan dikembangin wisatanya.
Kalau jurusan lain prakteknya pake dasi, kalau kita ya pake apapun yang penting sopan. Kita ketemunya sama orang dinas (biasanya Dinas Pariwisata atau Perhutani), ketemu sama LSM, ketemu masyarakat, dan ketemu pengelola tempat wisata. Kan aneh juga ya mau diskusi sama masyarakat, pake jas berdasi, dan rambut klimis. Nggak pas. Udah keliatan ya prospeknya kemana? Idealnya anak SDP kerjanya di konsultan pariwisata atau dinas atau kementerian, atau organisasi pariwisata non-pemerintah, semacam itu lah. Kalau kerja di hotel kayaknya sangat nggak nyambung, kalau kerja di tour & travel masih "agak" lah nyambungnya.
Kalau jurusan lain prakteknya pake dasi, kalau kita ya pake apapun yang penting sopan. Kita ketemunya sama orang dinas (biasanya Dinas Pariwisata atau Perhutani), ketemu sama LSM, ketemu masyarakat, dan ketemu pengelola tempat wisata. Kan aneh juga ya mau diskusi sama masyarakat, pake jas berdasi, dan rambut klimis. Nggak pas. Udah keliatan ya prospeknya kemana? Idealnya anak SDP kerjanya di konsultan pariwisata atau dinas atau kementerian, atau organisasi pariwisata non-pemerintah, semacam itu lah. Kalau kerja di hotel kayaknya sangat nggak nyambung, kalau kerja di tour & travel masih "agak" lah nyambungnya.
| Bawa papan dada & checklist everywhere. (sumber: pribadi) |
2. Manajemen Destinasi Pariwisata (MDP-D4)
Prodi ini sebenernya miriiipppp banget sama SDP, bahkan kadang-kadang anak jurusan lain susah bedain. Mata kuliah kami hampir sama, cuma bedanya adalah SDP S1, MDP D4. Kalau prodi SDP itu lebih banyak analisisnya, lebih strategis. Kalau MDP lebih banyak implementasi nyatanya, lebih aplikatif. Mirip-mirip SMA-SMK.
Untuk bedainnya (semoga gue ga sok tau) misal nih ya, ada suatu destinasi wisata, yang dia itu pendapatannya nggak pernah naik. Malah cenderung turun. Nah, anak SDP ini lebih ke "Kenapa pendapatan bisa turun?" Sama kita di analisis. Apa karena ada pesaing? Atau karena pelayanannya buruk, jadi wisatawan kapok? Atau emang produknya udah kuno? Setelah tau penyebabnya, baru deh dibikin solusi sesuai dengan analisis yang udah kita buat. Yang bikin rekomendasi atau solusinya siapa? Itu ranah anak MDP.
Contoh lainnya adalah suatu tempat yang masih kosong tapi mau dibangun tempat wisata. Anak SDP ini bisa aja menyarankan tempat wisata yang ideal sesuai dengan karakteristik produk dan pasarnya itu apa. (Actually gue nggak seahli ini sih, tapi dosen-dosen gue bisa. Ini nih yang dikerjain sama konsultan pariwisata). Nah misal anak SDP bilang, "tempat ini cocok dijadiin themepark dengan target rombongan anak TK", selanjutnya tugas MDP untuk merealisasikan sebaik mungkin themepark untuk rombongan anak TK, dia harus tau kapasitas themeparknya berapa, kira-kira ayunannya berapa, bakal taro dimana aja ayunannya. Semacam itu.
Contoh lain lagi waktu gue skripsi, gue dan temen gue dari MDP dapet topik yang sama yaitu Brand (Merek). Perbedaan kita adalah, gue nih tau di suatu destinasi punya Brand. Nggak ada masalah kan? Malah bagus. Tapi gue ragu nih, brand-nya itu layak apa engga? Harusnya kan brand mencerminkan identitas destinasi, harus ini, harus itu. Nah di akhir skripsi, hasil penelitian gue hanya menyatakan "BRAND INI LAYAK" atau "BRAND INI TIDAK LAYAK" sesuai dengan banyak konsep, kata si ini, kata si anu. Sedangkan temen gue yang MDP itu, dia mengerjakan PA (Proyek Akhir) berdasarkan Brand yang udah jelas punya masalah. Brand destinasi yang mau dia kaji itu udah jelas nggak layak kata si kepala dinas (misal). Nah, temen gue ini membantu pihak destinasi untuk merancang brand yang baik. Dia udah nggak nyari2 lagi tuh kenapa brand sebelumnya nggak layak. Pokoknya kata kepala dinas nggak layak, ya dia cari solusi. Anak MDP kalau ada yang baca ini dan ngerasa ini nggak cocok, atau ada bapak/ibu dosen yang baca ini dan merasa kalo tulisan anaknya ini ngaco, mohon bantu koreksi ya! Asal jangan cabut gelar S.Par ku! HEHE
3. Manajemen Bisnis Pariwisata (MBW-D4)
Tidak seperti SDP dan MDP, prodi ini nggak terlalu kucel. Soalnya mereka emang anak bisnis ya, minimal harus mandi sebelum ketemu pengelola bisnis pariwisata. HAHA! Sebenernya MBW ini juga paling beda matkulnya di antara SDP-MDP. Dia prospeknya nggak ke pemerintah. Pokoknya ranah MBW itu ada 4, Retail, Resort, Themepark, sama Event. Mereka nggak blusukan, datengnya ke kawasan-kawasan yang udah maju bisnis wisatanya, atau yang sedang berusaha menuju ke arah sana. Biasanya sih mereka fieldtrip di Jakarta dan sekitarnya, Bali, Batam. Mereka banyak ngitung-ngitung deh kayaknya, suatu tempat wisata perlu profit juga dong. Mereka juga fokus belajar bikin aktifitas wisata, karena menurut mereka ya wisata itu activity.
Jumlah praktek dan research-nya sama kaya MDP. Dan di akhir semester 8 kalian disuruh bikin proposal bisnis pariwisata, di presentasiin, dan dilombakan.
Jumlah praktek dan research-nya sama kaya MDP. Dan di akhir semester 8 kalian disuruh bikin proposal bisnis pariwisata, di presentasiin, dan dilombakan.
YAK GAIS SEKIAN INFORMASINYA!
Udah kebayang belom mau masuk mana??? Semoga membantu ya buat dedek-dedek gemes yang bentar lagi cari kampus.
FYI tambahan, katanya di taun 2018 ini prodi SAK dan SIP akan dihapuskan, dan akan dileburkan menjadi S1 Pariwisata, dibawah prodi Kepariwisataan. Dan juga banyak nama jurusan yang diganti. Ntar lah kapan-kapan gue update. Lelah Hayati.





